Asmat Melesat: Kolaborasi Faskes dan Discapil Capai 100 Persen, Cakupan Akta Lahir _ Dukungan Unimuda dan Unicef 👁️️ 186
Asmat, Papua Selatan (3 Juli 2025) – Sebuah langkah monumental ditorehkan oleh Pemerintah Kabupaten Asmat melalui kolaborasi lintas sektor dalam memastikan setiap anak di wilayahnya mendapatkan hak dasar berupa akta kelahiran. Dalam Workshop Evaluasi SOP Program Integrasi Layanan di Fasilitas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, yang digelar pada Kamis (3/7) di Aula Bappeda Kabupaten Asmat, capaian luar biasa pun diumumkan: cakupan pencatatan akta kelahiran mencapai 100% di seluruh fasilitas kesehatan pilot project.
Acara ini terselenggara atas kolaborasi antara UNICEF, UNIMUDA Sorong sebagai mitra pelaksana, dan Pemerintah Kabupaten Asmat. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program integrasi layanan, menyusun rencana tindak lanjut, serta memperkuat sinergi antarsektor demi pelayanan publik yang lebih efektif dan berkeadilan.
“Anak yang baru lahir kini langsung tercatat dan mendapat akta kelahiran melalui RSUD dan Puskesmas. Ini bukan hanya data, ini soal masa depan anak-anak Asmat,” ungkap dr. Steven dari Dinas Kesehatan Asmat.
Kepala Disdukcapil Asmat, Hermanto, turut menekankan tantangan regulasi di lapangan, terutama terkait banyaknya pasangan yang belum menikah secara resmi atau diberkati, yang menjadi hambatan dalam pencatatan akta. Meski demikian, ia menegaskan bahwa anak tetap bisa mendapatkan akta dengan mencantumkan nama ibu sebagai orang tua tunggal.
Fasilitator UNICEF, Has Sianturi, menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa ini. Ia menyebut bahwa program ini tidak hanya melindungi identitas hukum anak, tetapi juga berdampak langsung pada sektor kesehatan dan pendidikan.
“684 akta lahir telah diterbitkan hanya dalam lima bulan. Ini hasil dari kerja kolaboratif antara fasilitas kesehatan, Discapil, dan aparat kampung. Asmat menjadi contoh baik untuk wilayah lain di Papua,” tegasnya.
Diskusi yang berlangsung hangat juga mengangkat berbagai dinamika di lapangan, termasuk perlunya peningkatan keterampilan kader kampung, pelaporan kelahiran di luar fasilitas kesehatan, serta penguatan fungsi kontrol penggunaan dana kampung untuk membayar insentif kader.
Hasil Penting Workshop:
-
Komitmen penguatan kapasitas aparat kampung di Asuwetsy, Mbait, dan Kaye.
-
Finalisasi revisi SOP pelayanan akta lahir di RSUD, Puskesmas, dan kampung pada akhir Juli 2025.
-
Penyediaan komputer, jaringan internet (Starlink), dan logistik pendukung di seluruh Puskesmas selama 2025.
Acara ditutup oleh Asisten III Pemerintah Kabupaten Asmat, dan ditandai dengan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama menuju Asmat yang lebih inklusif dan responsif terhadap hak anak. Nsl.