Pelatihan Fasilitator Kesehatan Mental Remaja Dibuka Resmi oleh Kepala Dinas P3AKB Papua: Wujud Nyata Perlindungan Anak di Tengah Ancaman Sosial 👁️️ 719
Jayapura, 23 Juni 2025 — Isu kesehatan mental remaja di Tanah Papua kini menjadi perhatian serius. Pemerintah Provinsi Papua, UNICEF, dan UNIMUDA Sorong secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Fasilitator Kesehatan Mental Remaja – Helping Adolescent Thrive (HAT) pada 23–25 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program perlindungan anak HOPE Papua, dan melibatkan 24 peserta terpilih dari berbagai lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, forum anak, hingga lembaga pendidikan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Provinsi Papua, Ibu Josefintje B. Wandosa, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapan mental remaja di tengah tantangan sosial yang kompleks. Ia menyampaikan bahwa tingginya angka remaja terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga meningkatnya HIV/AIDS menunjukkan bahwa mental anak-anak Papua tidak sedang baik-baik saja. “Mereka tidak disiapkan menghadapi kesulitan hidup. Saat keluarga mengalami KDRT, anak-anak ini mencari pelarian di luar dan akhirnya terjerumus. Fasilitator harus hadir untuk mendampingi mereka, dan membangun jejaring layanan yang kuat untuk melindungi mereka,” ujarnya tegas.
Turut memberikan sambutan, Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Papua, Bapak Aminudin Ramdhan, menyampaikan bahwa pelatihan ini membawa pendekatan baru yang sebelumnya telah berhasil diterapkan di Aceh dan kini menjadi referensi nasional. “Modul HAT adalah pendekatan yang terbukti efektif dalam memperkuat daya lenting remaja. UNICEF terus berkomitmen mendampingi pemerintah daerah dan provinsi di Papua dalam membangun sistem perlindungan anak yang kuat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, General Manager Kemitraan UNIMUDA dan UNICEF, Dr. Nursalim, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi jangka panjang dalam mendukung anak-anak Papua. “Tahun ini menandai satu dekade kemitraan strategis antara UNIMUDA dan UNICEF. Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang terus diberikan kepada UNIMUDA sebagai mitra pelaksana berbagai program strategis, termasuk perlindungan anak. Saat ini, UNIMUDA terlibat langsung dalam pendampingan di Kabupaten Sorong, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Biak, Kota Jayapura, Pemerintah Provinsi Papua, Papua Barat Daya, serta Kabupaten Asmat,” tuturnya.
Pelatihan HAT ini bertujuan membentuk fasilitator yang kompeten dalam mendampingi remaja menghadapi tantangan hidup, dengan pendekatan promotif dan preventif yang relevan secara budaya dan kontekstual di Tanah Papua. Materi pelatihan mencakup topik-topik seperti pengelolaan stres, komunikasi efektif, pengambilan keputusan yang aman, keterampilan koping, hingga perlindungan dari kekerasan sebaya.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan berbagai pihak, pelatihan ini diharapkan menjadi titik tolak lahirnya jejaring fasilitator yang tangguh, yang dapat memperkuat sistem perlindungan anak di Papua. Seperti disampaikan oleh Ibu Josefintje, “Apa yang kita mulai hari ini, mari kita lipatgandakan untuk membangun generasi Papua yang sehat, kuat, dan tangguh.” Nsl.