Refleksi Capaian M&E Kemitraan UNIMUDA–UNICEF Dukung DFAT (Australia Government) 2024–2025 👁️️ 150
Sorong, 14 Juni 2025. Program Kemitraan UNIMUDA Sorong dan UNICEF yang didukung oleh Pemerintah Australia (DFAT) melalui skema Pre-Service Teacher Education Partnership telah memasuki tahun pelaksanaan 2024–2025 dengan sejumlah capaian penting dan refleksi mendalam terhadap pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (M&E).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh staf Program Pendidikan Kemitraan UNIMUDA–UNICEF serta Tim Pendidikan dari UNICEF baik dari Jakarta maupun Papua. Refleksi ini menjadi ruang evaluatif untuk melihat sejauh mana keberhasilan program serta tantangan yang masih harus diatasi di masa mendatang.
Koordinator Program EGL (Yeni Witdianti) dalam paparannya "Hingga pertengahan 2025, program telah melibatkan 7 perguruan tinggi mitra di Tanah Papua, yaitu UNIMUDA Sorong, UNAMIN Sorong, IAIN Sorong, UNBN Sorong, USWIM Nabire, STKIP Muhammadiyah Manokwari, dan STKIP Biak. Dari seluruh perguruan tinggi tersebut, tercatat sebanyak 45 dosen dan 450 mahasiswa telah menerima intervensi langsung melalui pelatihan, penguatan kurikulum, penerapan modul inklusif, serta penguatan kapasitas dalam pendekatan pendidikan yang responsif terhadap gender, disabilitas, dan inklusi sosial.
Masing-masing perguruan tinggi menunjukkan kemajuan signifikan. USWIM Nabire mulai mengembangkan modul numerasi kontekstual berbasis lokalitas Papua. STKIP Muhammadiyah Manokwari aktif melakukan pelatihan literasi dan revisi kurikulum responsif gender, sementara STKIP Biak mengimplementasikan modul PAUD Berkualitas secara kontekstual berbasis budaya setempat.
Program ini telah menghasilkan 11 produk dan luaran utama yang menjadi tonggak pengembangan pendidikan guru inklusif dan kontekstual, yaitu:
-
Buku Trada Sekolah di Kebun dan Dusun SaguKah?
-
Modul Literasi Baca Tulis Kelas Awal (versi dosen dan mahasiswa)
-
Paket Pembelajaran dan Silabus–RPS
-
Instrumen Observasi dan EGMA Sederhana
-
Panduan Penyusunan Modul Inklusif untuk Perguruan Tinggi (Literasi & Numerasi)
-
Modul Literasi Baca Tulis untuk Mahasiswa PGSD
-
Modul Literasi Numerasi Inklusif untuk PGSD
-
Modul PAUD Berkualitas untuk Perguruan Tinggi
-
Instrumen M&E Internal Berbasis Praktik Lapangan
-
Dokumen Analisis Pembelajaran Inklusif dan Disiplin Positif
-
Simplikasi Modul dan Paket Literasi dalam Bentuk Digital
Firman selaku M&E Unimuda- Unicef menuturkan: meskipun banyak kemajuan, pelaksanaan program masih menghadapi tantangan, antara lain keterbatasan validitas instrumen M&E, inkonsistensi data akibat rotasi dosen pengampu, serta minimnya pemahaman terhadap prinsip pendidikan inklusif di lingkungan kampus. Selain itu, masih terdapat indikator capaian yang belum relevan serta belum terintegrasi dengan waktu pelaksanaan evaluasi yang tepat.
Pria Santri Beringin selaku Spesialis Pendidikan Tanah Papua menekankan strategi keberlanjutan dan perluasan dampak, program ini merumuskan beberapa langkah konkret yang akan dijalankan ke depan:
-
Penyusunan Modul Ketidakhadiran Guru bersama Konsultan Nasional
Modul ini ditujukan untuk menjawab persoalan ketidakhadiran guru di wilayah 3T, khususnya di Tanah Papua, dan akan dikembangkan dengan pendekatan kontekstual berdasarkan masukan dari lapangan. -
Advokasi ke Tingkat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikbudristek)
Tujuannya untuk mendorong pengakuan dan integrasi produk dan pendekatan program ke dalam kebijakan nasional, khususnya terkait dengan pendidikan guru dan penguatan LPTK di wilayah timur Indonesia. -
Penguatan Kemitraan dengan Balai Guru Penggerak serta Balai Tenaga Kependidikan Papua dan Papua Barat
Kolaborasi ini akan difokuskan pada integrasi materi dan modul ke dalam pelatihan rutin serta pengembangan kapasitas guru dan dosen secara sistemik. -
Penerbitan Surat Edaran oleh LLDIKTI Wilayah XIV
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIV akan mengeluarkan edaran resmi untuk mendorong replikasi program dan modul pada seluruh LPTK di Tanah Papua, guna memperluas dampak praktik baik yang telah terbukti berjalan efektif di tujuh kampus mitra awal.
Melalui refleksi dan tindak lanjut ini, kemitraan antara UNIMUDA, UNICEF, dan DFAT diharapkan tidak hanya berdampak pada penguatan mutu Dosen, Mahasiswa maupunpendidikan guru prajabatan dan dalam jabatan, tetapi juga mendorong transformasi sistem pendidikan tinggi di Tanah Papua yang lebih inklusif, tangguh, dan berkeadilan. Nsl.