TULIS CERITA MENARIK, TIM UNICEF ASAL AMERIKA (Jimmy Kruglinski) Kunjungi Unimuda dan Sekolah Intervensi 👁️️ 2005
KEMITRAAN UNIMUDA - UNICEF: Kemitraan UNIMUDA-UNICEF dukungan David Beckham Foundation telah berjalan selama 6 bulan . Program yang dikembangkan diantaranya Pendidikan Kecakapan Hidup Sehat dan Peningkatan Kualiatas Baca Tulis.
Pada tanggal 10 sampai 14 Februari 2020, Program Officer UNICEF beserta team melakukan kunjungan ke Kabupaten dan Kota Sorong. Selama 5 hari team berkunjung ke SMP N 9 Kota Sorong, Kampus UNIMUDA Sorong, SD Inpres 58 Kabupaten Sorong dan SD Inpres 62 Kabupaten Sorong. Saat berkunjung ke SMP N 9 Kota Sorong,salah satu sekolah intervensi DB7 untuk PKHS, Yuanita Marini Nagel selaku Programme Officer melakukan FGD bersama siswa/I kelas 8 terkait partisipasi remaja dalam pembangunan Kota dan Kabupaten Sorong. Hal ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana peran remaja dalam menyuarakan pendapatnya untuk pembangunan yang mendukung remaja Indonesia khususnya remaja Papua berkembang. Seluruh siswa cukup aktif dalam diskusi tersebut dan tercatat bahwa remaja SMP N 9 Kota Sorong telah banyak berkontribusi untuk pembangunan kota Sorong. Flora Dita Cahyani Dubu adalah salah satu siswi berprestasi kelas 8A yang berani membuat perubahan dilingkungannya dengan membuat proposal tentang “mengurangi penggunaan sampah plastic”.Proposal ini cukup menarik perhatian Jimmy Kruglinski yang juga salah satu team UNICEF asal Amerika untuk menulis Human Intererst Stories dan akan di publikasikan pada website UNICEF.
Selanjutnya, pada tanggal 11 Februari team melakukan FGD bersama 10 perwakilan siswa/i dari 6 sekolah intervensi DB7 diantaranya, SMP YPK Bethel Kabupaten Sorong, SMP PGRI Kabupaten Sorong, SMP Muhammadiyah Kabupaten Sorong, SMP N 11 Kabupaten Sorong dan SMP N 3 Kabupaten Sorong dan SMP N 2 Kabupaten Sorong. FGD tersebut dipandu oleh Yuanita Marini Nagel (PO Adolescent UNICEF), dokter Farida Fauziah (technical adviser) dan Roida Natalia Siagian (Programme Coordinator) PKHS. Setelah proses FGD, Jimmy berdiskusi dengan Maria salah siswi SMP N 2 Kabupaten Sorong yang menyuarakan pendapatnya untuk masa depan remaja Papua di Kabupaten Sorong. Menurut Maria, pemerintah perlu meningkatkan keamanan didaerahnya agar remaja Papua terhindar dari minuman keras, narkoba dan tindakan kekerasan antar sesama remaja.
Setelah berkunjung ke SMP, Kamis 13 Februari 2020 team melanjutkan kunjungan ke SD Inpres 58 Kabupaten Sorong yang merupakan salah satu replikasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong untuk program Penguatan Baca Tulis. Pengawas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, Bapak Sutikno juga terlibat dalam kunjungan tersebut. Beliau menyampaiakan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong telah memfasilitasi kepala sekolah dan guru pelatihan literasi, disiplin positif dan cetak buku gemilang. Kepala sekolah SD Inpres 58 Kabupaten Sorong Bapak Sugirin, S.Pd. sangat antusias menyambut kedatangan team dan banyak bercerita tentang praktik baik literasi dan tantangan yang dihadapa selama program replikasi berjalan. Salah satu praktik baik yang menarik dari sekolah ini adalah penerapan GLS membaca 15 menit setiap hari sebelum pelajaran dimulai. “Saya sangat bangga, Bapak Ibu guru disini bahkan mengajak siswa/I yang belum lancar membaca dan berhitung untuk belajar dirumah guru” ujar beliau saat diwawancarai Jimmy. Kegiatan belajar dirumah guru ini dibenarkan oleh salah satu siswa kelas 3 SD Inpres 58 Kabupaten Sorong. Mereka mengaku mendapatkan penghargaan berupa “gula-gula” setelah belajar dirumah guru tersebut. Namun,saat ini yang menjadi kendala sekolah tersebut adalah ketersediaan ruangan kelas yang cukup. Sekolah tersebut hanya memiliki 3 ruangan dan tiap ruangan diberi sekat pembatas. Para guru mengaku sangat terganggu saat proses pembelajaran berlangsung. Harapannya, pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus untuk fasilitas sekolah ini sehingga siswa dapat belajar dengan aman dan kondusif. (RNS/Nsl.)